Kalkulator Menghitung Selamatan Orang Meninggal

Masukkan tanggal wafat. Tanggal dan weton nelung dina, mitung dina, matangpuluh dina, nyatus, mendhak, dan nyewu langsung muncul.

Hitung jadwal selamatan

Cara memakai kalkulator

  1. Pilih tanggal wafat (Masehi) pada kolom di atas.
  2. Klik Hitung. Weton hari wafat dan tanggal setiap selamatan langsung muncul.
  3. Simpan hasilnya sebagai PDF atau bagikan lewat WhatsApp ke keluarga.

Hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, jadi “hari ke-3” berarti dua hari setelah hari wafat.

Tabel rumus hitungan selamatan

Selamatan orang meninggal dihitung dari weton hari wafat, yaitu gabungan hari (7 hari) dan pasaran (5 hari). Tabel ini merangkum rumusnya.

Selamatan Hari ke- Pasaran ke- Geser dari hari wafat Sandi
Nelung dina (3 hari) 3 3 +2 hari, +2 pasaran lusarlu
Mitung dina (7 hari) 7 2 +6 hari, +1 pasaran tusaro
Matangpuluh dina (40 hari) 5 5 +39 hari masarma
Nyatus (100 hari) 2 5 +99 hari rosarma
Mendhak pisan (1 tahun) tahun Jawa tahun Jawa 354 atau 355 hari
Mendhak pindho (2 tahun) tahun Jawa tahun Jawa sekitar 708 hari
Nyewu (1000 hari) 6 5 +999 hari nemsarma

Contoh: wafat pada Jumat Legi

Selamatan Jatuh pada
Geblag (hari wafat) Jumat Legi
Nelung dina (3 hari) Ahad Pon
Mitung dina (7 hari) Kamis Pahing
Matangpuluh dina (40 hari) Selasa Kliwon
Nyatus (100 hari) Sabtu Kliwon
Nyewu (1000 hari) Rabu Kliwon

Perhatikan bahwa pasaran 40, 100, dan 1000 hari selalu sama, yaitu bergeser empat pasaran dari hari wafat.

Kenapa tidak cukup menambah hari?

Menambah 40 atau 1000 hari di kalender biasa hanya menghasilkan tanggal Masehi. Dalam hitungan Jawa, yang dicari adalah hari dan pasaran yang tepat. Itu sebabnya pengertian weton dan pasaran menjadi dasar semua rumus di atas. Satu tahun Jawa juga lebih pendek dari 365 hari, sehingga mendhak pisan dihitung dengan bulan Hijriah.

Hasil kalkulator memakai rangkaian selamatan yang umum. Beberapa daerah memiliki tambahan atau variasi, jadi cocokkan dengan kebiasaan keluarga.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menghitung 1000 hari orang meninggal?
Selamatan 1000 hari (nyewu) jatuh 999 hari setelah hari wafat, karena hari wafat dihitung sebagai hari ke-1. Rumusnya nemsarma: hari ke-6 dan pasaran ke-5. Contoh: wafat Jumat Legi, maka nyewu jatuh pada Rabu Kliwon. Kalkulator di atas menghitungnya otomatis.
Bagaimana cara menghitung 40 hari orang meninggal?
Selamatan 40 hari (matangpuluh dina) jatuh 39 hari setelah hari wafat, dengan rumus masarma: hari ke-5 dan pasaran ke-5. Contoh: wafat Jumat Legi, maka 40 hari jatuh pada Selasa Kliwon. Hasilnya tidak sama dengan menambah 40 hari kalender biasa.
Apa rumus menghitung selamatan orang meninggal?
Hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, lalu hari dan pasaran digeser sesuai tahapan: 3 hari (lusarlu, hari ke-3 pasaran ke-3), 7 hari (tusaro, hari ke-7 pasaran ke-2), 40 hari (masarma, 5/5), 100 hari (rosarma, 2/5), dan 1000 hari (nemsarma, 6/5). Satu dan dua tahun memakai tahun Jawa.
Satu tahun orang meninggal (mendhak pisan) berapa hari?
Mendhak pisan dihitung dengan tahun Jawa, yaitu 354 hari pada tahun biasa dan 355 hari pada tahun kabisat, bukan 365 hari seperti tahun Masehi. Mendhak pindho (2 tahun) sekitar 708 hari.
Hari wafat dihitung hari ke berapa?
Hari wafat dihitung sebagai hari ke-1 (geblag). Karena itu selamatan hari ketiga jatuh dua hari setelah hari wafat, dan selamatan hari ketujuh jatuh enam hari setelah hari wafat.
Kenapa hitungan keluarga saya berbeda dengan kalkulator?
Praktik selamatan bervariasi antar daerah dan keluarga. Sebagian daerah menambahkan peringatan 200 atau 300 hari, dan tanggal mendhak bisa berbeda satu hari karena perbedaan penentuan bulan Jawa. Tanyakan juga kepada sesepuh atau tokoh agama setempat.

Pelajari istilahnya

Setiap tahapan dan istilah punya halaman sendiri di glosarium selamatan.