Nyewu (Sewu Dinan): Arti Selamatan 1000 Hari dan Cara Menghitungnya
Nyewu (sewu dinan) adalah selamatan 1000 hari setelah wafat dan menjadi penutup rangkaian selamatan besar. Selamatan ini jatuh 999 hari setelah hari wafat, pada hari ke-6 dan pasaran ke-5 (rumus nemsarma).
- Jatuh pada
- 999 hari setelah hari wafat
- Rumus
- nemsarma (6/5)
- Geser
- +5 hari, +4 pasaran
- Setara
- Sekitar 2,74 tahun Masehi
Arti nyewu
Nyewu adalah peringatan 1000 hari yang menutup rangkaian selamatan besar dalam tradisi Jawa.
Cara menghitung nyewu
999 hari sama dengan 142 pekan lebih lima hari dan 199 pasaran lebih empat hari. Hari bergeser lima dan pasaran bergeser empat. Rumus sandinya nemsarma, singkatan hari ke-6 dan pasaran ke-5. Seribu hari setara sekitar 2,74 tahun Masehi.
Karena hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, hasilnya tidak sama dengan menambahkan jumlah hari di kalender biasa. Hari dan pasaran harus dihitung bersama sebagai weton.
Contoh perhitungan
Wafat pada Jumat Legi, maka nyewu jatuh pada Rabu Kliwon. Wafat pada Jumat Kliwon, hasilnya Rabu Wage.
Perbedaan menurut daerah
Praktik selamatan dapat berbeda antar daerah dan keluarga. Cocokkan hasil hitungan dengan kebiasaan setempat dan tanyakan kepada sesepuh bila ada keraguan.